Thursday, August 27, 2015

ADAB MEMBACA AL QUR'AN



Pertama, NIAT benar benar ingin meraih RIDHO, RAHMAT, AMPUNAN, HIDAYAH, BERKAH dan SYURGA ALLAH,

Kedua, Sadar yg dibaca adalah MU'JIZAT, KALAMULLAH, KEBENARAN MUTLAK dan PETUNJUK HIDUP,

Ketiga, Mulut bersih,

Keempat, Suci berwudhu,

Kelima, Utamanya ditempat yg bersih,

Keenam, Membaca ta'awudz "A'udzu billahi minas-syaithonirrajiim", (QS An Nahl:98),

Ketujuh, Membaca BASMALLAH,

Kedelapan, Membaca dengan tartil, pelan pelan, tenang, tidak buru buru, penuh penghayatan seakan berdiaolg langsung dengan ALLAH,
"...dan bacalah Alqur'an itu dengan perlahan lahan penuh penghayatan" (QS AL Muzammil:4),

Kesembilan, Diringi doa, zikir dan sholawat, Huzaifah ra. berkata; Pada suatu malam aku shalat bersama Rasulullah, beliau membaca surat Al Baqarah, An Nisaa' dan Ali 'Imran. Beliau membaca perlahan lahan, apabila sampai pada ayat tasbih beliau bertasbih, apabila sampai pada ayat permohonan beliau memohon, dan apabila sampai pada ayat ta'awudz beliau mohon perlindungan (HR Muslim).

Kesepuluh, BERDOA selesai membaca Alqur'an sangat MUSTAJAB. "Allahumma semoga Allah selalu memberkahi aktivitas dan sisa umur kita dengan kesenangan membaca dan mengamalkan Alquran...aamiin



Friday, August 21, 2015

BURUKNYA KEDENGKIAN



Saudaraku,…
Salah satu penyakit hati yang harus selalu diwaspadai manusia adalah kedengkian. Penyakit hati ini benar-benar memiliki dampak buruk yang sangat luar biasa. Jika Anda saat ini sedang memelihara kedengkian di hati kepada kebahagiaan saudara Anda, sungguh Anda berada dalam kerugian yang sangat banyak.

Ingatlah saudaraku, seluruh manusia di dunia ini pada hakekatnya adalah bersaudara. Karena itulah jika saudara Anda memperoleh kesenangan dari Allah SWT, janganlah Anda menyimpan kedengkian kepadanya. Bersyukurlah kepada Allah karena kesenangan dan kebahagiaan yang diberikan Allah SWT kepada Anda maupun saudara-saudara Anda. Jika Anda memiliki kedengkian kepada orang lain, sungguh Anda bukanlah golongannya orang-orang yang bersyukur. Orang-orang yang memelihara kedengkian di dalam hatinya selalu berharap jika kesenangan dan kebahagiaan hanya miliknya seorang saja. Dan ini bukanlah bagian dari keindahan Islam, saudaraku!

Seorang muslim itu sangat pandai bersyukur, baik terhadap nikmat yang ia terima sendiri maupun nikmat yang diterima saudaranya. Ingatlah saudaraku, kegembiraan yang kita terima maupun yang diterima saudara kita pada hari ini merupakan pemberian Allah yang sudah ditetapkan bagi semua makhluk-Nya. Dan jika saudara Anda memperoleh kebahagiaan dan kesenangan lebih besar daripada kebahagiaan yang Anda terima, janganlah hal ini menyebabkan Anda menyimpan kedengkian di hati.

Banyak hal yang menyebabkan terjadinya kesenjangan rejeki (kesenangan dan kebahagiaan) diantara makhluk Allah. Bisa jadi karena saudara Anda senang sekali bershadaqah kepada fakir dan miskin, sehingga Allah tidak sungkan mempercayakan kekayaan-Nya lebih banyak lagi. Dan bisa jadi pula karena kelalaian Anda menjaga kekayaan yang diberikan Allah dalam kebaikan, sehingga Allah pun mengambil sebagian kekayaan tersebut untuk dipercayakan kepada hamba-Nya yang terpercaya.

Karena itulah selayaknya seorang muslim menerima ketetapan Allah tersebut dengan iman yang benar. Allah SWT sungguh Dzat Yang Maha Adil. Tanamkanlah hal ini kuat-kuat di dalam hati dan pikiran Anda, sehingga tidak akan timbul kedengkian ketika saudara Anda memperoleh kebahagiaan dari Allah SWT.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik ra., dia berkata, "Saat kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah Saw, beliau berkata, 'Akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga'. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari kaum Anshar yang datang dengan bekas air wudhu masih mengalir di jenggotnya, dan tangan kirinya memegang terompahnya."

"Keesokan hari Rasulullah Saw mengatakan seperti perkataannya yang kemarin. Lalu muncullah laki-laki itu lagi, persis seperti kedatangannya pertama kali. Di hari ketiga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata demikian lagi, dan kembali yang datang adalah laki-laki itu lagi persis kejadian pertama. Setelah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beranjak, Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash membuntuti laki-laki itu sampai ke rumahnya. Lalu Abdullah berkata kepadanya, 'Aku telah bertengkar dengan ayahku, kemudian aku bersumpah untuk tidak mendatanginya selama tiga hari. Bila kau mengizinkan, aku ingin tinggal bersamamu selama tiga hari'. Dia menjawab, 'Ya, boleh'."

Anas berkata, "Abdullah menceritakan bahwa ia telah menginap di tempat laki-laki itu selama tiga hari. Dia melihat orang itu sama sekali tidak bangun malam (tahajjud). Hanya saja, setiap kali dia terjaga dan menggeliat di atas ranjangnya, dia selalu membaca zikir dan takbir sampai ia bangun untuk salat subuh. Selain itu dia tidak pernah mendengarnya berbicara kecuali yang baik-baik."

"Setelah tiga malam berlalu dan hampir saja aku menyepelekan amalnya, aku terusik untuk bertanya, 'Wahai hamba Allah, sesungguhnya tidak pernah terjadi pertengkaran dan tak saling menyapa antara aku dan ayahku, aku hanya mendengar Rasulullah Saw berkata tentang dirimu tiga kali, bahwa akan datang kepada kalian sekarang ini seorang laki-laki penghuni surga, dan sebanyak tiga kali itu kaulah yang datang. Maka, aku pun ingin bersamamu agar aku bisa melihat apakah amalanmu itu dan nanti akan aku tiru. Tetapi, ternyata kau tidak terlalu banyak beramal. Apakah sebenarnya yang membuatmu bisa mencapai apa yang disabdakan Rasulullah Saw.’ Maka dia menjawab, 'Aku tidak mempunyai amal kecuali yang telah engkau lihat sendiri'.

"Ketika aku hendak pulang, dia memanggilku, lalu berkata, 'Benar amalku hanya yang kau lihat, hanya saja aku tidak mendapati pada diriku sifat curang terhadap seorang pun dari kaum muslimin. Aku juga tidak iri pada seseorang atas karunia yang telah diberikan Allah Subhaanahu wa Ta'ala kepadanya'. Maka Abdullah bin 'Amr berkata, 'Inilah amal yang telah mengangkatmu pada derajat yang tinggi dan inilah yang berat kami lakukan'."

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa : 32)

Saudaraku,…
Allah tidak menyukai dan melarang kita memelihara kedengkian kepada orang lain. Ini bukanlah watak dan karakter seorang muslim. Percayalah saudaraku, jika Anda benar-benar beriman kepada Allah dan kekasih-Nya Muhammad Saw, Anda tidak akan menyimpan kedengkian kepada siapapun juga. Dan jika jalan kehidupan Anda jauh dari sifat buruk ini, maka kemudahan dan kebahagiaan akan diberikan Allah kepada Anda dalam jumlah yang sangat banyak.

7 SUNNAH RASULULLAH YANG HARUS DIJAGA



Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati,tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT.

Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup,tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

TAHAJJUD
Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

MEMBACA AL-QUR’AN SEBELUM TERBIT MATAHARI
Alangkah   baiknya   sebelum   mata   melihat dunia,   sebaiknya  mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

JANGAN TINGGALKAN MASJID TERUTAMA DI WAKTU  SHUBUH.  
Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

JAGA SHALAT DHUHA 
Karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.

JAGA SEDEKAH SETIAP HARI.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekahsetiap hari.

JAGA WUDHU TERUS MENERUS.
Karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah”.

AMALKAN ISTIGHFAR SETIAP SAAT.
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

SubhanALLAH...
 


PESAN PESAN HIKMAH


MANUSIA yang paling berbahaya adalah MUNAFIK.

SENJATA yang paling berbahaya adalah LIDAH.

KEBIASAAN yang paling merusak adalah MEREMEHKAN DOSA KECIL.

PERASAAN yang paling tidak berguna adalah DENGKI.

KEGAGALAN yang paling melumpuhkan adalah MALAS.

KONDISI yang terburuk adalah LEMAHNYA IMAN.

PAKAIAN yang paling indah di dunia adalah AKHLAK YANG MULIA.

SUKACITA yang terbesar adalah TERKABULNYA DOA.

PEKERJAAN yang paling memuaskan adalah AMAL YANG IKHLAS.

KOMPUTER yang paling hebat adalah AKAL.

ENERGI yang terbesar adalah IMAN YANG KUAT.

OBAT TIDUR yang paling mujarab adalah HATI YANG TENANG.

DUA KATA yang penuh kekuatan adalah SAYA BISA.

ASET yang TERBESAR adalah AMAL SOLEH.

ALAT KOMUNIKASI yang paling hebat adalah DOA.


Monday, August 17, 2015

BIAS KESENANGAN


Saudaraku,...
Banyak sekali orang tertipu oleh kesenangan dan menganggap bahwa kesenangan itulah kebahagiaan. Yang dapat dikejar dan dapat dicari adalah kesenangan, bukan kebahagiaan. Adapun kesenangan itu bukan lain adalah pemuasan nafsu jasmani dan nafsu perasaan. Kesenangan duniawi adalah pemuasan kehendak yang terdorong oleh nafsu semata. Jangan lupa, kesenangan mernpunyai saudara kembar yang bernama kesusahan. Di mana kesenangan berada, di situ akan muncul pula saudara kembarnya, yaitu kesusahan. 


Apabila orang mencari kesenangan, memang dia akan mendapatkannya, namun sifat kesenangan hanyalah sementara saja. Rasa senang akan segera lenyap dan kalau sudah begitu, muncullah kesusahan dan ia akan kecewa karena ternyata kesenangan yang dicari-carinya itu setelah didapat ternyata tidaklah begitu menyenangkan, apalagi membahagiakan. Siapa mencari dia akan kecewa, karena yang dicarinya itu hanyalah kehendak dari nafsunya, bukanlah kebutuhan jiwanya.

SEMUA TIDAK TERJADI BEGITU SAJA

Setiap kejadian yang hari ini terjadi padamu, bukan serta merta terjadi begitu saja. Jujur saja. Jangan pura-pura kaget dan seolah menjadi k...