Thursday, January 18, 2024

HANYA TENTANG CINTA

Saudaraku,…

Kulihat kotamu sungguh sangat indah. Di mana-mana kulihat bunga yang semerbak harum mengelilingi kokohnya bangunan yang menjulang tinggi. Penghuninya pun sangat menyenangkan. Mereka tersenyum ramah ketika aku menyapa mereka atau ketika aku diam saja.  Bahkan ketika aku tidak bereaksi apapun terhadap keramahan mereka. Ini hanya tentang cinta yan tumbuh sangat subur ketika semua hati menjadi gersang. Cinta telah berkembang jauh memberikan kesuburan pada setiap pijakan kaki para pecinta. Cinta telah meninggalkan jejak yang tidak dapat terhapus oleh banyaknya kebencian dan ketakutan yang dilahirkan manusia.

Engkau pernah berkata kalau Tuhanmu memberikan cahaya pada setiap pijakan yang engkau lalui. Dan aku pun pernah berujar kepadamu kalau Tuhanku tidak pernah menjauh dariku. Kemudian kita sepakat membangun keindahan diantara perbedaan dan pertentangan yang muncul ke permukaan. Ini hanya tentang cinta yang melintasi semua perbedaan dan pertentangan diantara banyaknya keyakinan yang membentang.

Ini hanya tentang cinta yang tidak terikat oleh kemeriahan dan kemewahan dunia. Ini bukanlah tentang pertikaian diantara dua kubu yang mencari pembenaran untuk dirinya sendiri. Ini juga bukanlah tentang perbedaan dan permusuhan yang memudarkan cahaya terang di dunia cinta, hanya tentang cinta.

 

 

TRI AGUNG SETYAWAN

Agungmulyo, 17 Januari 2024

 

Tuesday, January 9, 2024

BETAPA HEBATNYA KEBOHONGAN

Jangan remehkan kebohongan. Kekuatannya mampu meruntuhkan sebuah negara. Kekuatannya pula banyak dipakai oleh raja-raja untuk tetap berada di atas tahta. Maka, adalah naif, jika anda berkata, berbohong hanya dilakukan oleh anak-anak yang tertangkap basah membolos sekolah.

Berbohong adalah kekuatan besar, karena untuk berbohong manusia harus berkekuatan besar pula. Diperlukan kecerdasan tinggi untuk menyusun ribuan argumentasi. Dibutuhkan kekerasan otot baja untukmengubah fakta dan data nyata. Bahkan, manusia harus memicikkan hatinya agar sebuah kebohongan menampakkan wajah kebenaran.

Lihatlah, untuk sebuah kebohongan manusia harus mengerahkan waktu dan usaha yang terbaik pula! Sedangkan untuk bersikap jujur, manusia hanya perlu berlaku apa adanya. Karena itu, jangan terkejut bila banyak orang melihat kebohongan lebih menawan daripada cahaya kejujuran. Di dalam belitan hawa nafsu, kejujuran nyaris tak pernah laku.



 

Monday, January 8, 2024

CINTA KASIH TANPA IKATAN

Saudaraku,…
Rasa kesepian, merasa sendiri saja tanpa teman, merasa terasing dan tidak ada yang mempedulikan, perasaan ini amat ditakuti oleh semua orang. Perasaan ini mendatangkan iba diri dan kesedihan. Karena takut akan rasa kesepian inilah maka semua orang mudah sekali terikat, bahkan suka mengikatkan diri dengan sesuatu. Kita merasa ngeri kalau harus menderita kesepian, maka kita mengikatkan diri dengan isteri, keluarga, sahabat, bangsa, suku kelompok, atau kita mengikatkan diri dengan gagasan-gagasan sehingga kita merasa aman dan merasa “tidak sendirian”. Rasa ngeri membayangkan harus bersendirian inilah agaknya yang membuat kita merasa ngeri akan kematian. Bagaimana kalau kita mati? Kita akan sendirian, akan kehilangan segala-galanya! Inilah yang mendatangkan kengerian, dan karena ini pula maka kita mengikatkan diri dengan segala macam agama atau kepercayaan, sebagai penghibur diri di waktu masih hidup bahwa kalau kita mati kelak, kita akan terbebas daripada “sendirian” itu.

Akan tetapi, benarkah bahwa kesunyian, keheningan, di mana kita berada seorang diri, baik jasmani maupun rohaniah, sendiri tanpa siapapun juga, mendatangkan kengerian? Siapakah itu yang merasa ngeri? Bukankah yang takut itu adalah pikiran yang membayangkan segala keadaan, mengharapkan yang menyenangkan dan menghindarkan yang tidak menyenangkan? Pernahkah kita menghadapi kesunyian ini, kesepian ini, rasa bersendirian ini, menghadapinya, mengamatinya tanpa penilaian, tanpa pendapat dan gagasan tentang kesepian itu? Maukah kita mencoba untuk menyelami kesepian ini, memandangnya tanpa ide-ide tentang kesepian sehingga antara kesepian dan kita tidak ada jarak pemisah lagi? Sehingga kita merupakan sebagian daripada keheningan itu?

Proses badaniah yang menjadi tua, lapuk lalu mati, merupakan hal yang wajar. Kita tidak merasa takut atau ngeri akan hal itu. Yang kita takutkan adalah bagaimana nanti jadinya dengan “kita”! Bagaimana nanti dengan keluarga kita, orang-orang yang kita cinta, dengan harta benda kita, dengan nama kita, kedudukan kita dan sebagainya lagi. Semua ikatan-ikatan itulah yang membuat kita merasa ngeri untuk mati, ngeri untuk berpisah dari semua itu. Kita merasa ngeri karena dengan kehilangan semua itu, kita ini BUKAN APA-APA lagi. 

Kita membayangkan, apakah jadinya dengan kita kalau kita tidak punya keluarga lagi, tiada teman, tiada harta benda, tiada segala yang kesemuanya mendatangkan kesenangan itu? Itulah sebabnya mengapa kita takut akan kematian, takut akan kesepian. Pikiran yang membentuk si aku yang selalu ingin senang dan menjauhi ketidaksenangan, pikiran ini yang merasa ngeri karena membayangkan bahwa semua kesenangan itu akan berpisah dari kita. Akan tetapi, kita dapat merasakan keadaan mati ini selagi kita masih hidup. Jasmani kita masih hidup, akan tetapi kalau batin kita dapat terbebas dari segala ikatan, maka rasa takut akan kehilangan ikatan-ikatan itu tidak ada. 

Dan tanpa adanya rasa takut ini, maka keheningan atau kesunyian akan merupakan sesuatu yang lain sama sekali! Bukankah berarti bahwa kita lalu menjadi seperti patung hidup! Sama sekali tidak. Kita masih hidup di dalam dunia ramai dengan segala aneka ragam, namun batin kita bebas daripada ikatan, sehingga kalau sewaktu-waktu kita harus berpisah, kita tidak akan merasa takut atau ngeri, kita tidak akan merasa berduka. Ikatan selalu menimbulkan rasa takut akan kehilangan dan rasa duka kalau kehilangan. Makin kuat ikatan itu, makin besar rasa takut dan makin besar kedukaan. Sebuah benda saja dapat nenimbulkan ikatan yang demikian kuat sehingga kalau kita kehilangan benda itu, akan timbul rasa duka yang amat sangat. Dapatkah kita terbebas dari ikatan dengan kesemuanya itu?

Ada yang bertanya bahwa kalau kita bebas daripada ikatan dengan keluarga, bukankah itu berarti bahwa kita tidak mencinta keluarga kita lagi? Sama sekali bukan demikian. Cinta kasih sama sekali bukanlah ikatan! Kalau kita mencinta anak kita, benar-benar mencintanya, hal itu bukan berarti bahwa kita harus terikat dengan anak kita itu. Yang ada hanya bahwa kita ingin melihat anak kita berbahagia hidupnya! Sebaliknya, ikatan menimbulkan keinginan untuk menyenangkan diri sendiri, karena memang ikatan diciptakan oleh si aku yang ingin senang tadi. Cinta yang mengandung ikatan bukanlah cinta kasih namanya, melainkan keinginan untuk memuaskan dan menyenangkan diri sendiri. Cinta yang mengikat kepada anak menimbulkan keinginan untuk menguasai anak itu, untuk memperoleh kesenangan batin melalui si anak, dan terasa berat kalau berpisah, karena si aku merasa dipisahkan dengan sumber yang menyenangkan diri. Tidakkah demikian? 

Demikian pula dengan isteri atau suami atau keluarga atau benda, atau juga gagasan. Semua itu hanya merupakan alat untuk menyenangkan diri sendiri dan karenanya menimbulkan ikatan. Cinta kasih baru ada kalau tidak terdapat keinginan untuk menyenangkan diri sendiri. Dan tanpa adanya cinta kasih, tidak mungkin ada kebaikan atau kebajikan, karena tanpa adanya cinta kasih, segala yang nampak baik itu adalah semu, berpamrih, dan segala macam pamrih itu sumbernya adalah pada si aku yang ingin senang.

Tulisan ini dikutip dari :
Cerita silat karya Asmaraman S / Kho Ping Hoo

Sunday, January 7, 2024

JANGAN LUPAKAN KEBAIKAN ORANG LAIN


“Dan janganlah kamu melupakan kebaikan di antara kamu.”

(QS. Al-Baqarah: 237)

#Nazeer
#motivasipagi
#26umadilAkhir1445H

Wednesday, November 1, 2017

DO'A UNTUK ANAK / KELAHIRAN

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuhu. Allahumma shalli shalatan kamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidina Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu watanfariju bihil kurobu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihir raghaa-ibu wahusnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihii washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’aadadi kulli ma’luumil laka.

Ada beberapa adab dan do'a yang diambil dari Al-Qur'an dan hadits yang bisa dijadikan rujukan untuk mendo'akan calon anak/anak kita. Saya coba sampaikan beberapa:
1. Perbanyak   saja  baca AL-QUR'AN. Baik oleh calon bapak-nya/suami atau oleh sang calon Ibu/istri.
2. Jaga kelakukan diri dari perbuatan yang tidak baik.Spt: mudah marah, bergunjing, menyakiti makhluk lain, dll.
3. Baca do'a ini : ROBBI HABLII MINASH SHOOLIHIIN ( surat ash-shoffat ayat 100 ) artinya:Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku ( anak ) yang termasuk orang-orang yang sholeh.
4. Baca  do'a  ini :  ROBBI  HABLII  MIN LADUNKA DZURRIYYATAN THOYYIBATAN, INNAKA SAMII'UD DU'AA'I (surat Ali imran ayat 38 ) artinya : Ya Tuhanku berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik.Sesungguhnya Engkau Maha mendengar (memperkenankan do'a).
5. Baca  do'a  ini  :  ROBBANAA  HAB  LANAA  MIN  AZWAAJINAA WADZURRIYYATINAA QURROTA A'YUNIN WAJ'ALNAA LILMUTTAQIINA IMAAMAN ( surat Al-furqon ayat 74 ) artinya : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari istri kami dan keturunan kami yang menyejukkan hati kami dan jadikanlah kami pemuka bagi orang-orang yang bertakwa.
6. Bacaan  ketika  akan  melahirkan memperbanyak membaca do'a antara lain:
* ayat kursi ( surat Al Baqoroh (surat 2) ayat 255 )
* surat Al A'raf ( surat 7 ) ayat 54
* surat Al Falaq ( surat 113 ) ayat 1 - 5
* surat An Naas ( surat 114 ) ayat 1 – 6
7. Bacakan  adzan  ditelinga kanan dan iqomat ditelinga kiri ketika bayi telah lahir, agar jin yang mengganggu kanak-kanak ( ummush shibyan ) tidak akan mengganggu ( hadits riwayat Ibnus Sunni ).
8. Ketika  melihat   anak   yang   baru  lahir  baca do'a ini: INNII U'IIDZUKA BIKALIMAATILLAHIT TAAMMATI MIN KULLI SYAYTHOONIN WA HAAMMATIN WAMIN KULLI 'AYNIN LAAMMATIN ( hadits riwayat Bukhari ) artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya.

Semoga Allah melindungi kita, dan mengampuni semua kesalahan dan keburukan kita. Aamiinn...

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin. Allahumma shalli shalatan kamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidina Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu watanfariju bihil kurobu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihir raghaa-ibu wahusnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihii washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’aadadi kulli ma’luumil laka. Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuhu.


PELUANG BISNIS ONLINE
Mau berbisnis sambil bersedekah? Ayo gabung saja di PayTren Ustad Yusuf Mansur. PAYTREN. Solusi bagi Siapa Pun yang ingin Sukses Bisnis secara Cepat dengan Modal Terjangkau!!

Jika Anda tertarik dengan informasi ini atau ingin bergabung bersama kami, silahkan klik link ini : http://agung79.paytreni.com



Friday, October 20, 2017

ENGGAN MANDI JANABAT

Pernahkah terpikir di benak Anda mengapa seseorang harus mandi janabat, lebih-lebih bagi seorang muslim? Jika Anda seorang muslim yang baik, tentu akan mengatakan karena Allah SWT dan kekasih-Nya, Nabi Muhammad Saw menghendaki demikian.  Seorang muslim yang baik tentu akan melaksanakan perintah Allah tanpa harus berpikir panjang lebih dahulu. Demikian pula ketika ia menjauhi larangan-larangan Allah SWT. Seorang muslim tidak pernah meragukan setiap kebenaran yang melekat pada perintah dan larangan Tuhannya. Dalam pemahamannya, setiap tindakan yang dikehendaki oleh allah SWT adalah sebuah kebenaran yang tidak perlu dipertentangkan lagi. 

Jikapun harus bertanya, maka pertanyaannya adalah mengapa perbuatan itu harus dikerjakan. Jawabannya adalah karena disitulah terletak banyak kebaikan. Dalam hal perintah Allah mengenai mandi janabat, maka tentu saja tujuan perintah Allah yang satu ini adalah membersihkan seluruh hati dan jasmani dari kotoran-kotoran yang melekat pada manusia. Berbeda dengan mandi biasa, mandi janabat lebih ditekankan kepada pada pembersihan kotoran yang dikeluarkan alat kelamin manusia karena aktifitas seksual maupun perbuatan-perbuatan lain yang membuat alat kelamin tersebut mengeluarkan kotoran (sperma).

Dan tahukah Anda, apa yang terjadi jika Allah SWT tidak memberlakukan syariat ini untuk kita semua. Sungguh mengerikan saudaraku. Banyaknya penyakit kelamin yang melemahkan manusia sedikit banyak disebabkan oleh kotoran dan virus penyakit yang melekat pada alat kelamin manusia. Kelalaian mandi janabat tidak saja menjadikan ancaman serius bagi keselamatan manusia, tetapi juga kebencian Allah kepada para pelakunya. 

Aban bin Abdullah al-Bajali pernah berkata, “Suatu hari ada tetanggaku yang meninggal dunia. Aku segera datang ke rumah duka. Bersama-sama dengan beberapa orang aku turut memandikan jenazah itu, menyalatkannya, dan juga mengantarkannya ke makam. Sewaktu jenazah hendak dimasukkan ke liang lahat, aku melihat bahwa di dalam liang lahat itu ada seekor binatang yang bentuknya mirip kucing. Binatang itu segera dihalau. Meskipun berkali-kali binatang itu dihalau, namun ia tidak juga beranjak keluar dari tempatnya. Bahkan, binatang itu dipukul dengan cangkul, tetapi tidak sedikit pun ia bergerak dari tempat itu. Terpaksalah kami mencari tempat lain dan menggali liang kubur baru. Di tempat baru, tanahnya pun segera digali. Setelah liang kubur itu selesai, jenazah siap dimasukkan ke dalamnya. Pada saat jenazah telah berada di mulut lubang kubur dan siap untuk diturunkan, maka binatang yang mirip kucing tadi yang berada di liang kubur pertama sekonyong-konyong melompat ke dalam liang kubur baru tersebut. Karena, memang sudah tidak dapat dielakkan, maka terpaksa diambil keputusan untuk menguburkan jenazah dengan binatng tersebut sekalian. Sewaktu tanah-tanah diturunkan menutup liang lahat, dari dalam lubang kubur, kami mendengar suara binatang tadi seperti sedang mengeremus tulang-tulang jenazah. Aku dan kawan-kawan lain menjadi kebingungan dan terheran-heran mengapa sampai binatang itu mengeremus tulang-tulang jenazah tersebut. Kami lalu mencari jawabannya dengan menemui istri almarhum. "Perbuatan apa kira-kira yang membuat suamimu mengalami siksaan yang demikian itu?" Demikian kami bertanya kepada istri almarhum.
Istri almarhum menjawab, "Suamiku itu biasa tidak mau mandi janabat!"

Saudaraku,..
Semoga Allah selalu membimbing kita menyucikan hati dan jasmani dari setiap kotoran kehidupan. Dan semoga pula Allah menjaga setiap mandi janabat yang kita lakukan senantiasa dalam keberkahan Allah SWT. Amiin!


PELUANG BISNIS ONLINE
Mau berbisnis sambil bersedekah? Ayo gabung saja di PayTren Ustad Yusuf Mansur. PAYTREN. Solusi bagi Siapa Pun yang ingin Sukses Bisnis secara Cepat dengan Modal Terjangkau!! 

Jika Anda tertarik dengan informasi ini atau ingin bergabung bersama kami, silahkan klik link ini : http://agung79.paytreni.com

Monday, March 7, 2016

JIKA KEBAIKAN BERHARAP PAMRIH


Saudaraku,…
Kalau kita berbuat kebaikan agar dipuji, baikkah itu? Kalau kita berbuat kebaikan agar dibalas dengan bunganya, baikkah itu? Kalau kita berbuat kebaikan agar jangan dihukum, baikkah itu? Yang dua pertama dasarnya menginginkan sesuatu, yang terakhir dasarnya takut. Ketiganya palsu! Segala sesuatu, termasuk perbuatan, haruslah wajar dan aseli. Yang aseli dan wajar itu selalu benar dan indah. Kalau diperkosa, dirubah dengan paksa, maka akan timbul kepalsuan, pertentangan dan keburukan. Menginsyafi, dan menyadari akan keburukan diri sendiri berarti merintis jalan ke arah lenyapnya keburukan itu, dan hanya dengan tidak adanya keburukan maka keindahan tercipta.

Perbuatan buruk timbul dari rasa sayang diri. Mengusahakan agar dirinya baik dengan jalan pengekangan, tapa brata, menyiksa diri, dan lain sebagainya takkan membawa hasil, karena usaha ini pun merupakan kembang dari rasa sayang diri, jadi tiada bedanya dengan keburukan. Di mana-mana ada keburukan, di sana kebenaran, kebaikan atau keindahan takkan muncul. Yang terpenting adalah rnengenal diri pribadi, mengenal sifat-sifatnya, keburukan-keburukannya, cacat-cacatnya, menginsyafi, menyadari dengan kesungguhan bukan pura-pura, dan keburukan akan tiada! Kalau keburukan tiada, dengan sendirinya yang ada hanyalah kebenaran, dan keindahan.



Tulisan ini dikutip dari :
Cerita silat karya Asmaraman S / Kho Ping Hoo



SEMUA TIDAK TERJADI BEGITU SAJA

Setiap kejadian yang hari ini terjadi padamu, bukan serta merta terjadi begitu saja. Jujur saja. Jangan pura-pura kaget dan seolah menjadi k...