Monday, August 17, 2015

BERPEDOMAN PADA AL QUR’AN DAN AS SUNNAH



Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuhu. Allahumma shalli shalatan kamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidina Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu watanfariju bihil kurobu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihir raghaa-ibu wahusnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihii washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’aadadi kulli ma’luumil laka.

Agak lama dulu saya memahami hadits tersebut di atas. Apa iya kalo seseorang memegang Kitabullah dan as Sunnah tidak akan susah hidupnya? Tidak akan menderita? Akan hidup bahagia? Akan hidup senang?

Ah masa… Begitu saya berpikir. Waktu demi waktu bergulir. Masa demi masa berjalan. Subhaanallaah… Ternyata benar. Bukan saja di perkara benar dan salahnya saja yang kita pegang al Qur’an dan as Sunnah sebagai pegangan. Bukan saja di urusan halal dan haram yang kita megang al Qur’an dan as Sunnah sebagai pedoman. Bukan saja arah hidup ke kanan dan ke kiri yang kalau kita megang al Qur’an dan as Sunnah kita jadi tidak tersesat. Bukan itu saja. Ternyata secara sederhana bila kita memegang al Qur’an dan as Sunnah, ga usah banyak. 1-2 saja. Subhaanallaah, bener-bener akan melesat.


Contoh. Di dalam al Qur’an ada ayat tentang bangun malam. bahkan ini ayat tidak 1 ayat. Lebih dari 1 ayat. Tapi kemudian seseorang “megang”. Dalam artian, dia mengamalkan ayat bangun malam ini. Dia shalat malam secara istiqamah setiap malam. Saya tidak menyangsikan, kebahagiaan, ketenangan, ketentraman, kekayaan, akan Allah berikan.

Bayangkan tuh. Hanya 1 ayat saja. Yakni ayat tentang bangun malam.

Ada ayat tentang sedekah. Pegang satu dah. Amalkan. Amalkan secara istiqamah, terus menerus, dan ikhlas karena Allah, bukan karena manusia, dan riya. Maka subhaanallaah, ayat ini akan mengangkat pelakunya.

Demikian juga hadits. Hadits itu bertebaran. Memandu kita mulai dari bangun tidur, sampe tidur lagi. Melliputi seluruh kebiasaan Rasul dan apa saja yang harus dilakukan oleh seorang muslim. Saya pun tidak menyangsikan bahwa jika seseorang hidup dengan berpedoman pada al Qur’an dan as Sunnah, sungguh benar-benarlah dia tidak akan tersesat, tidak akan merugi, tidak akan kacau. Bahkan sebaliknya, bakalan senang dunia akhirat, bahagia lahir batin.
Namun satu hal hebat yang saya kagumi adalah, ada seseorang yang megang ga banyak nih hadits. Hanya 1 saja. Tapi ia jadikan hadits ini sebagai amalan sehari-hari sebagai sunnah Rasul yang ia jalankan, masya Allah, hidupnya terang banget.

Ada yang memegang benar keharusan taat sama orang tua. Birrul walidain. Wuih, sama orang tua, top banget dah. Ia jalankan perintah Allah lewat Rasul-Nya, yang juga ada di al Qur’an selain di as Sunnah. Berbakti sama orang tua. Hidupnya terangkat benar. Ada saja selalu kemudahan dari Allah.

Ada yang memegang sedekah sebagai tolak bala. Nyatanya memang demikian.

Ada yang memegang silaturahim sebagai pembuka rizki. Nyatanya pun memang demikian.

Ada yang memegang shalat dhuha sebagai pakaian di pagi harinya. Masya Allah benar-benar keangkat hidupnya.
Dan lain sebagainya.

Apa yang saya katakan di sini adalah begitu hebatnya al Qur’an dan as Sunnah. Hingga ia meski dijalankan “hanya” 1-2 ayat dan 1-2 hadits saja, kehidupan seseorang sudah akan terangkat.

Tentu saja jangan Saudara bayangkan bahwa kalimat ini jeplak hitam putih hanya 1-2 saja dan ayat serta hadits lainnya tidak terjalani atau tidak dijalani. Tentu saja tidak. Contoh, seseorang yang birrul walidainnya bagus, tentulah menuntut pula persyaratan semua yang wajib-wajib juga terpenuhi; Shalat lima waktu, puasa di bulan suci Ramadhan, zakat dan haji jika mampu.

Akhirnya saya menyadari, bahwa sungguh Maha Benar Allah dan Rasul-Nya. Jika kita mau megang al Qur’an dan as Sunnah, maka hidup kita akan bahagia. Sebagai kewajaran hidup seorang anak manusia, maka wajar sajalah jika ada masalah dalam hidupnya. Namun sebagaimana pegangan anak tangga di tangga yang licin, maka pegangan anak tangga akan menyelamatkannya. Seseorang yang kehidupannya jauh dari al Qur’an dan as Sunnah, juga jauh dari isinya, maka dipastikan kegersangan hidup, kekeringan jiwa, kekacauan berpikir, akan menghantuinya.

Pengen jajal? Coba saja ga usah shalat. Dalam waktu yang lama, ia akan menemukan kegelisahan yang berkepanjangan. Bagaimana dengan yang kafir, yang sama sekali ga shalat? Wuah, itu saya serahkan sama Saudara jawabannya, he he he. Untuk yang ini, let’s discuss ya. Bagaimana dengan yang tidak pernah mengeluarkan sedekah dan zakat? Sungguh akan berpengaruh hebat sekali dalam kehidupannya. Rusak persendian-persendian  hidupnya. Waktunya puasa ga puasa, al Qur’an jarang dibaca, untuk jangka waktu yang panjang, sungguh hati dan pikirannya akan diliputi kekeringan.

Kiranya, tidak ada ruginya hidup dengan al Qur’an. Dan tidak ada ruginya hidup dengan as Sunnah. Apalagi kita-kita ini adalah manusia yang pengen sekali ditolong Allah, dibahagiakan Allah, disenangkan Allah, dijaga Allah. Ya seyogyanya pula turutin omongan orang yang paling disayang Allah, dan yang paling benar kalam-Nya: Berpedomanlah pada al Qur’an dan as Sunnah.

Insya Allah Saudara akan terbantukan dengan serakan materi-materi lain selain di Kanal Ihyaa-us Sunnah ini. Ada Kanal al Qur’an, dan lain sebagainya, yang insya Allah akan saling menyempurnakan materi di setiap kanalnya.

Waba’du, sebagai penutup kajian ini, saya meminta kepada Saudara-Saudara semua meluangkan waktu untuk mendekatkan diri dan keluarga kepada al Qur’an dan as Sunnah. Setiap hari tidak ada hari yang dilewati kecuali membaca al Qur’an dan as Sunnah, meski 1 ayat dan 1 hadits. Baca, pelajari, dan amalkan pelan-pelan. Belilah al Qur’an terjemahan. Belilah buku-buku hadits terjemahan, jika tidak bisa baca kitab hadits aslinya. Hafalkan 1 hari 1 ayat, dan hafalkan 1 hari 1 hadits. Boleh dicoba dari ayat-ayat yang pendek-pendek, dan hadits-hadits yang populer-populer. Al Qur’an dan as Sunnah adalah bukan bacaan biasa. Keduanya adalah bacaan yang mulia.

Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin. Allahumma shalli shalatan kamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa sayyidina Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu watanfariju bihil kurobu watuqdhaa bihil hawaa-iju watunaalu bihir raghaa-ibu wahusnul khawaatimi wayustasqal ghamaamu biwajhihil kariimi wa ‘alaa aalihii washahbihii fii kulli lamhatin wanafasim bi’aadadi kulli ma’luumil laka. Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuhu.


12 FAKTA TENTANG KA'BAH YANG JARANG DIKETAHUI


Pertama, Mekah adalah kawasan yg mempunyai gravitasi sangat stabil

Kedua, Karena tekanan gravitasinya sangat tinggi, disitulah berpusatnya suara - suara yg tidak dapat di dengar oleh telinga

Ketiga, Tekanan gravitasi yg tinggi memberikan kesan langsung kepada sistem imun tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala macam penyakit

Keempat, Doa akan terkabul karena situlah tempat gema atau ruang dan masa serentak

Kelima, Apa yg diniatkan di hati adalah gema yg tidak dapat didengar tetapi dapat dirasakan frekuensinya. Pengaruh elektron menyebabkan kekuatan dalam kembali tinggi atau penuh semangat untuk melakukan ibadah, tidak ada sifat putus asa, dan ingin terus hidup untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah.

Keenam, Teknologi satelit & gelombang radio pun tidak dapat menangkap apa yg ada di dalam ka'bah. Frekuensi radio bahkan tidak mungkin mendengar apa - apa yg ada didalam ka'bah karena tekanan gravitasinya yg tinggi.

Ketujuh, Tempat yg paling tinggi tekanan gravitasinya sehingga mempunyai kandungan garam dan aliran anak sungai dibawah tanah yg banyak. itulah sebabnya jika bersembahyang di masjidil haram yg walaupun terbuka tanpa atap tetap terasa sejuk.

Kedelapan,  Tidur dengan posisi menghadap kabah secara otomatis otak tengah akan terangsang sangat aktif hingga tulang belakang & menghasilkan sel darah merah.

Kesembilan, Pergerakan mengelilingi ka'bah berlawanan arah jarum jam membuat peredaran darah didalam tubuh meningkat. karna itulah kita jadi bertenaga dan rata - rata orang yg berada di mekah senantiasa sehat dan panjang umur.

Kesepuluh, Angka 7 itu membawa maksud kepada bilangan tidak terhingga atau terlalu banyak. Dengan melakukan 7 kali putaran sebenarnya kita melakukan ibadah yg tidak terhingga jumlahnya.

Kesebelas, Larangan memakai topi, songkok, atau menutup kepala karana rambut dan bulu roma (lelaki) adalah ibarat antena untuk menerima gelombang yg baik selama berada di ka'bah

Kedua belas, Setelah selesai semua barulah bercukur. Tujuannya untuk melepaskan diri daripada larangan - larangan didalam ihram. Namun rahasia sebenarnya adalah untuk membersihkan "antena" kita dari segala kotoran. Agar hanya gelombang yg baik saja yg diterima oleh tubuh, karena itulah selepas kita melakukan ibadah haji, kita seperti dilahirkan kembali, sebab segala yg buruk telah dibuang keluar dan di gantikan dengan nur atau cahaya yg baru.

Wallahualam..

Ya Allah, berilah kesempatan hamba-Mu ini untuk dapat beribadah haji, Aaamiin..

Monday, June 22, 2015

BAGAIMANA TERJADINYA KANKER



Kanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kanker bisa terjdi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ. Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh.

Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi.

Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas.  Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari.

Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.

Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas.  Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

Dalam suatu proses dimana sebuah sel normal menjadi sebuah sel ganas, pada akhirnya DNA dari sel tersebut akan mengalami perubahan.  Perubahan dalam bahan genetik sel sering sulit ditemukan, tetapi terjadinya kanker kadang dapat diketahui dari adanya suatu perubahan dalam ukuran atau bentuk dari satu kromosom tertentu.

Misalnya suatu kromosom Abnormal yang disebut kromosom Philadelphia ditemukan pada sekitar 80% penderita leukemia mielositik kronik.  Perubahan genetik juga telah ditemukan dalam tumor otak dan kanker usus besar, payudara, paru-paru dan tulang.

Mungkin diperlukan serangkaian perubahan kromosom untuk terjadinya kanker. Penelitian pada poliposis familial usus besar (kelainan usus herediter berupa pertumbuhan polip yang berubah menjadi ganas), telah membawa kita kepada suatu dugaan bagaimana hal ini terjadi pada kanker usus besar.

Lapisan usus besar yang normal mulai tumbuh secara aktif (hiperproliferasi), karena sel-selnya tidak lagi memiliki gen penekan pada kromosom 5 yang dalam keadaan normal mengendalikan pertumbuhan lapisan tersebut.

Selanjutnya perubahan yang ringan dalam DNA mempermudah terbentuknya adenoma (tumor jinak).  Gen lainnya (onkogen RAS) menyebabkan adenoma tumbuh lebih aktif. Hilangnya gen penekan pada kromosom 18 selanjutnya akan merangsang adenoma dan pada akhirnya hilangnya gen pada kromosom 17 akan merubah adenoma yang jinak menjadi kanker. Perubahan tambahan lainnya bisa menyebabkan kanker menyebar luas ke seluruh tubuh (metastase).

Pada saat sebuah sel menjadi ganas, Sistem kekebalan sering dapat merusaknya sebelum sel ganas tersebut berlipatganda dan menjadi suatu kanker. Kanker cenderung terjadi jika Sistem kekebalan tidak berfungsi secara normal, seperti yang terjadi pada penderita .AIDS, orang-orang yang menggunakan obat penekan kekebalan dan pada penyakit autoimun tertentu. Tetapi Sistem kekebalan tidak selalu efektif, kanker dapat menembus perlindungan ini meskipun Sistem kekebalan berfungsi secara normal.


FAKTOR RESIKO KANKER
Sekumpulan faktor genetik dan lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Salah satu yang penting adalah riwayat keluarga. Beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Misalnya resiko wanita untuk menderita kanker payudara meningkat 1,5-3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara.

Beberapa kanker payudara berhubungan dengan suatu mutasi genetik yang khas, yang lebih sering ditemukan pada beberapa kelompok etnik dan keluarga. Wanita dengan mutasi gen ini memiliki peluang sebesar 80-90% untuk menderita kanker payudara dan 40-50% untuk menderita kanker indung telur. Para peneliti telah menemukan bahwa 1% dari wanita Yahudi Ashkenazi memiliki mutasi gen ini.

Kanker lainnya yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker kulit dan kanker usus besar. Kelainan kromosom meningkatkan resiko terjadinya kanker.  Misalnya seseorang dengan sindroma Down, yang memiliki 3 buah kromosom 21, memiliki resiko 12-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia akut.

Sejumlah faktor lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker. Salah satunya yang paling penting adalah merokok sigaret. Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru, mulut, laring (pita suara) dan kandung kemih.

Pemaparan yang berlebihan dari sinar ultraviolet, terutama dari sinar matahari, menyebabkan kanker kulit.

Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar X, dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom Atom dan bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Misalnya orang yang selamat dari bo Atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya leukemia.

Pemaparan oleh uranium pada pekerja tambang telah dihubungkan dengan terjadinya kanker paru-paru 10-20 tahun kemudian, resiko semakin tinggi jika para penambang juga merokok. Pemaparan jangka panjang terhadap radiasi ionisasi mempengaruhi seseorang untuk menderita kanker sel darah, termasuk leukemia akut.

 Makanan adalah faktor resiko penting lainnya untuk kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Diet tinggi serat mengurangi kemungkinan terjadinya kanker usus besar. Diet yang banyak mengandung makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung.

Mengurangi lemak sampai kurang dari 30% dari kalori total, akan mengurangi resiko terjadinya kanker usus besar, payudara dan protat.
Peminum Alkohol memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya kanker kerongkongan.

Banyak bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker dan bahan kimia lainnya banyak yang dicurigai sebagai penyebab kanker.  Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker setelah beberapa tahun kemudian. Misalnya pemaparan Asbes bisa menyebabkan kanker paru-paru dan mesotelioma (kanker pleura). Resiko ini akan lebih besar jika pekerja Asbes juga adalah seorang perokok sigaret.

Resiko terjadinya kanker juga bervariasi berdasarkan tempat tinggal seseorang.  Resiko terjadinya kanker usus besar dan payudara di Jepang adalah rendah, tetapi resiko ini meningkat pada orang-orang Jepang yang tinggal di Amerika dan pada akhirnya kan memiliki resiko yang sama besarnya dengan penduduk Amerika lainnya.

Orang Jepang memiliki angka kejadian kanker lambung yang sangat tinggi; tetapi pada orang Jepang yang lahir di Amerika angka ini lebih rendah. Variasi geografik dalam resiko kanker ini agaknya melibatkan banyak faktor, yaitu gabungan dari genetik, makanan dan lingkungan.

Beberapa virus menyebabkan kanker pada manusia dan virus lainnya dicurigai sebagai penyebab kanker. Virus papilloma yang menyebabkan kutil genitalis agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita. Virus sitomegalo menyebabkan sarkoma Kaposi.  Virus Hepatitis B bisa menyebabkan kanker hati, meskipun karsinogen ataupun promotornya tidak diketahui. Di Afrika, virus Epstein-Barr menyebabkan limfoma Burkitt, sedangkan di Cina virus ini menyebabkan kanker Hidung dan tenggorokan. Jelas terlihat, bahwa beberapa faktor tambahan (lingkungan atau genetik), diperlukan untuk terjadinya kanker yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Beberapa virus retro manusia, misalnya virus HIV, menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.

Infeksi oleh parasit Schistosoma (Bilharzia) bisa menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Tetapi penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.  Infeksi oleh Clonorchis, yang terutama banyak ditemukan di Timur Jauh, bisa menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.

EPIDEMIOLOGI KANKER
Resiko kanker telah berubah. Kanker yang tadinya sering ditemukan sekarang jarang terjadi.

Misalnya pada tahun 1930 kanker lambung di AS 4 kali lebih sering ditemukan daripada sekarang. Mungkin hal ini disebabkan karena sekarang ini orang lebih sedikit mengkonsumsi makanan yang diasap atau diasamkan. Sementara itu angka kejadian kanker paru-paru di AS pada tahun 1930 adalah 5 dari setiap 100.000 orang meningkat menjadi 114 dari setiap 100.000 pada tahun 1990, dan angka kejadian ini melambung tinggi pada wanita. Perubahan ini hampir bisa dipastikan merupakan akibat dari meningkatnya pemakaian rokok sigaret. Merokok sigaret juga menyebabkan meningkatnya kanker mulut.

Usia merupakan faktor yang penting dalam terjadinya kanker. Beberapa kanker, misalnya tumor Wilms, leukemia limfositik Akut dan limfoma Burkitt, banyak menyerang usia muda. Mengapa hal ini terjadi, masih belum sepenuhnya dimengerti, tetapi salah satu faktor yang berperan adalah kecenderungan genetik.

Tetapi sebagian besar kanker banyak terjadi pada usia lanjut. Kanker prostat, lambung dan usus besar, kemungkinan besar terjadi setelah usia 60 tahun. Di AS, lebih dari 60% dari kanker terdiagnosis pada penderita yang berusia diatas 65 tahun. Secara keseluruhan, resiko terjadinya kanker di AS meningkat 2 kali lipat setiap 5 tahun setelah usia 25 tahun.

Meningkatnya resiko kanker mungkin merupakan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen dan melemahnya Sistem kekebalan tubuh.

SEMUA TIDAK TERJADI BEGITU SAJA

Setiap kejadian yang hari ini terjadi padamu, bukan serta merta terjadi begitu saja. Jujur saja. Jangan pura-pura kaget dan seolah menjadi k...